Sabtu, 06 Desember 2014

PRODUK TERTUA DI INDONESIA

Ditengah maraknya persaingan bisnis, ternyata masih ada beberapa merk yang bertahan dari ganasnya globalisasi dan persaingan bisnis di tanah air indonesia, diantaranya sudah sangat berumur dan mempunyai brand merk yang cukup kuat, so Inilah daftar merk produk tertua yang pernah ada di indonesia :

Blue Band [1936]
BLUE Band pertama kali diproduksi di Batavia pada 1936. Blue Band juga menjadi produk makanan pertama yang dihasilkan Van den Bergh NV, milik Unilever, gabungan perusahaan margarin asal Belanda, Margarine Unie, dan pabrik sabun Lever Brothers asal Inggris. ”Sejak pertama kali diluncurkan, Blue Band sudah menjadi merek kuat yang memimpin pasar dengan kompetitor utama mentega dan margarin impor, seperti Palmboom,” kata Agus Nugraha, Brand Manager Blue Band PT Unilever Indonesia.

Teh Cap Botol [1940]
RIBUAN botol plastik hijau itu bergerak dalam irama teratur di atas jalur roda berjalan. Lalu, plop, plop, plop: letupan mesin memasangkan plastik kemasan ke satu per satu botol yang berisi teh amat panas. Antrean lantas menjalar ke mesin berikut yang memasangkan tutup botol. Dari sini jalur roda bergerak lagi menuju pengemasan akhir. Maka jadilah teh botol merek Joy Tea Green, yang siap dikirim ke jutaan konsumen di seluruh Indonesia serta mancanegara.

Dji Sam Soe [1913]
RUMAH kuno itu tak lagi berpenghuni. Pagarnya tertutup seng. Ketika didatangi Tempo tiga pekan lalu, tampak empat petugas bergantian menjaga rumah. Di rumah inilah Liem Seeng Tee, pendiri HM Sampoerna, mengawali sejarah pada 1927.
Beralamat di Jalan Ngaglik, Surabaya, rumah ini—selain menjadi tempat tinggal—dulunya berfungsi sebagai gudang tembakau dan pabrik rokok. Selama lima tahun Seeng Tee menguji berbagai campuran rempah dan cengkeh di rumah ini. Dji Sam Soe salah satu produknya. Dari rumah ini pula Dji Sam Soe mulai diproduksi secara masif.

Kecap Bango [1928]
Kemasan diremajakan, rasa dipertahankan, penetrasi pasar diperkuat. Jurus inovatif memperpanjang umur.
BANGO itu terbang tinggi. Dari jago lokal, dia menjadi bintang di tingkat nasional. Bermula dari pojok kampung di daerah Benteng, Tangerang, pada 1928, kini sang Bango mudah dijumpai di toko kelontong di hampir seluruh penjuru Indonesia. Delapan puluh satu tahun silam, suami-istri Tjoa Pit Boen (Yunus Kartadinata) dan Tjoa Eng Nio mengawali cikal bakal Kecap Bango di rumah mereka di Benteng. Sayang, jejak awal sudah amat samar. Napak tilas Tempo di kawasan Benteng tak menemukan sarang pertama sang Bango.

Permen Davos [1931]
Ting-ting Jahe [1935]

Pembersih B29 [1930]

Sepatu Bata [1931]
- See more at: http://www.metro7.co.id/2012/08/produk-produk-tertua-di-indonesia.html#sthash.ofRAqL5s.dpuf

LEGENDA 9 BANDIT YANG JADI PAHLAWAN

Kiprah Sembilan bandit ini begitu mengegerkan di negaranya masing-masing. Salah satunya adalah Phoolan Devi, wanita asal India yang membatai 22 laki-laki dengan kejam untuk balas dendam atas perkosaan terhadap dirinya. Dikemudian hari, Phoolan Devi menjadi anggota parlemen India dan berjuang untuk menegakkan keadilan rakyat tertindas. Kisah yg tak kalah dramatis adalah Pancho Villa dari Meksiko yang terkenal sebagai pembunuh, penyamun, kemudian menjadi tokoh revolusioner. Sayangnya, para bandit itu mati muda dengan cara mengenaskan. Salah satunya adalah Ishikawa Goemon, tokoh bandit dari Jepang, yg tewas direbus hidup-hidup setelah gagal dalam percobaan pembunuhan terhadap seorang berpengaruh di negeri itu.

Phoolan Devi: Membunuh 22 Laki-laki untuk membalas dendam perkosaan terhadap dirinya

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBdZ8If3SkoST_5Iw4hC_MCl-xGwa0wCzNUlp2LBC8CwL-ChHRyi6GavByewl_HyBfNbpCbszUWrPpmKzZTCmeXQ48YbHDEW1vZfsGSYP7hXgpxcqJTSPKOMWLSMWBCYpRR3vDA1YY1Iy8/s640/01.jpg

Phoolan Devi: Membunuh 22 orang laki-laki sebagai balas dendam atas perkosaan brutal yang dilakukan komplotan gank Thakur selama dua minggu sehingga membuat kondisinya mengenaskan dan berkali-kali pingsan saat diperkosa. Kekejaman kelompok ini membuat luka batin mendalam pada jiwa Phoolan Devi. Ketika ia berhasil lolos dari sekapan gank sadis ini, dia pun berubah menjadi wanita bengis dan melakukan aneka kejahatan. Jalan hidup seseorang memang tak bisa ditebak. Takdir membawanya bertemu dengan beberapa orang yang memperkosa dirinya di masa lalu. Itulah awal terjadinya pembantaian berdarah yg menggerkan India. http://anehdidunia.com

Phoolan Devi pun menembak membabi buta 30 laki-laki atas nama balas dendam, 22 orang di antaranya tewas mengenaskan. Tapi tahukah anda sahabat anehdidunia.com di kemudian hari Phoolan Devi akhirnya menjadi anggota parlemen India yang dihormati dan dicintai rakyat. Kok bisa ya?? Begini kisahnya: Phoolan Devil ahir tahun 1963 di sebelah utara India dari keluarga berkasta rendah dan miskin. Kemalangan-demi kemalangan hidup dialaminya sejak dia kecil hingga dewasa. .

Bayangkan, usia 11 tahun dia dinikahkan keluarganya dengan seorang laki-laki yang usianya tiga kali lipat. Tapi rumah tangganya berantakan, sang suami meninggalkannya, dan dia pun dibuang oleh keluarganya. Yang paling menyedihkan, dia berkali-kali diperkosa sekelompok lelaki tak bertanggung jawab. Itulah yang akhirnya membuat luka mendalam dalam jiwanya dan ia pun berubah menjadi pribadi yang jahat.Dia pun menjadi perampok. Pada 1979 dia dipenjarakan di Behmai, desa Thakur. Setiap malam selama dua minggu, gank Thakur datang memperkosa wanita ini secara bergilir sampai dia pingsan berkali kali. Akhirnya, Phoolan Devi berhasil melarikan diri dan kemudian membentuk kelompok sendiri. Suatu ketika ia dan komplotannya merampok desa-desa di Behmai.

Tapi peristiwa perampokan itu kemudian berubah menjadi ajang balas dendam bagi Phoolan Devi ketika ia mengenali dua di antara korbannya adalah orang yg melakukan perkosaan terhadap dirinya. Ia lantas menekan dua laki-laki ini untuk mengungkap siapa pimpinan gank Thakur, dengan ancaman akan menembak penduduk. Tapi upaya untuk mengungkap para pelaku pemerkosaan gagal, Phoolan Devi marah besar.

Dengan kemarahan yang memuncak, dia pun menjejerkan para lelaki dan menembak mereka semua. Dengan tembakan membabi buta membuat 22 dari 30 laki-laki tewas mengenaskan. Kejadian itu dikenal sebagai peritiwa pembantaian masal St Valentine terbesar yang pernah dilakukan seorang penyamun sepanjang sejarah India. Kemudian, polisi melakukan perburuan secara besar-besaran terhadap Phoolan Devi. Ribuan laki-laki serta helicopter dikerahkan untuk menangkap Phoolan Devi. Tapi wanita ini sungguh licin seperti belut, semua upaya itu tak berhasil. Akhirnya Phoolan Devi sendiri datang menyerahkan diri pada tahun 1983. Saat itu kesehatannya sudah memburuk, dan banyak anggota komplotannya telah tewas. Phoolan Devi dipenjara selama 11 tahun.

Keluar dari penjara, popularitas Phoolan Devi justru terus menanjak, dia merupakan symbol perlawanan rakyat jelata terhadap ketidak adilan hidup. Ia pun terpilih menjadi anggota parlemen India. Di parlemen, Phoolan Devi tampil sebagai pembela orang tertindas. Sosok Phoolan Devi dan pencapaian yg dilakukan, baik dari segi kejahatan maupun kebaikannya, mengilhami sineas India membuat film tentang kehidupannya. Pada 25 Juli, 2001, Phoolan Devi tewas tragis karena tembakan, saat dia akan mencapai pintu mobilnya yang diparkir di kediamannya di New Delhi. Sher Singh Rana mengakui pembunuhan, mengatakan dia menuntut bela atas kematian 22 Kshatriyas di Behmai.

Pancho Villa: Bandit yang menjadi pemimpin perlawanan rakyat

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoUWvQZTze5e1zRCFhtsH4G7MDpB3m-3mR1oqI3j_X0MgtZiDF-rhuS-fEsb2n9hqKQGuTVD2x9rwNuwyoSm6p1MyRYdM0N4fSTKTl-TlJNsmyI9qUZ5QS-LLmWUJI9JFWrnXdLTl2Ebet/s400/02.jpg

Pancho Villa hidup di Meksiko 1878 – 1923. Sejarah mencatat Pancho Villa adalah seorang penyamun, pembunuh juga tokoh revolusioner yang membawa perubahan dalam kehidupan rakyat Meksiko. Dia pembela kaum tertindas yang hidup miskin, dia juga memprakarsai perbaikan dalam kehidupan agraris. Meskipun dia memiliki deretan catatan criminal, namun masyarakat mengingatnya sebagai seorang pahlawan rakyat. Tindakannya bak Robin Hood, di mana ia merampok para orang kaya dan kruptor-koruptor, kemudian hasilnya justru dia bagi-bagikan kepada masyarakat yg hidup dalam miskin.

Itu sebabnya rakyat mencintainya, bahkan bersedia membantu juga menyembunyikannya saat dia dikejar-kejar pihak berwenang. Keterkenalannya, juga kelihaiannya ini menarik minat kelompok orang yg tengah merancang revolusi. Mereka pun merekrut Pancho Villa dan menjadikannya pemimpin revolusi Meksiko. Namun selama puluhan tahun sejak kematiannya, pemerintah Meksiko menolak memberinya gelar pahlawan nasional seperti dikehendaki kebanyakan orang. Tapi hari ini peringatan akan Pancho Villa dan pembelaannya terhadap rakyat miskin dirayakan orang Meksiko di seluruh dunia.

Lampião Penyamun Brasil yang paling sadis terhadap musuhnya 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgukerlS8kkg7Rjjw3oyq9EZ3cSkQMkrd2UYVMCcUVJAWv4oz3mDr0eKoiTTMBDby6s-G7yLGej5XQsvxdGpgmRN1BPqaJG5Mk28XnWggasYIjE6OxQ0FRr433XcPtsKJOKAU3pPBBsXWve/s400/03.jpg

Dia dikenal sebagai bandit yang tak segan-segan melakukan perbuatan sadis pada korbannya. Termasuk mencungkil bola mata musuhnya hingga keluar. Lampião adalah nama popular bagi “Kapten” Virgulino Ferreira da Silva, pemimpin gerombolan Cangaço yang paling terkenal. Dia dan gerombolannya dicap sebagai perusuh dan merupakan buronan yang paling dicari seantero negeri. Kelompok ini melakukan terror terhadap penguasa dan musuh musuhnya sekitar 1920-an sampai 1930-an. http://anehdidunia.blogspot.com

Virgulino dilahirkan pada 1897 di negara bagian Timurlaut Pernambuco, salah satu daerah paling miskin di Brasil. Polisi mencarinya bahkan hingga kerumah orangtuanya. Tidak menemukan yg dicari, ayah Virgulino jadi sasaran, akhirnya tewas mengenaskan. Dikemudian hari pihak kepolisian mengakui aib ini, dan menyatakan penyesalannya atas peristiwa itu. Pada usia 25 tahun, Virgulino menjadi penyamun dengan sebutan Lampião. Ia menjadi momok menakutkan bagi musuh-musuhnya juga pemerintah masa itu. Tak tanggung-tanggung, dia membantai para polisi juga tentara. Selama 15 tahun malang melintang, Virgulino selalu menjadi berita utama dari media massa saat itu. Namanya juga perbuatannya selalu menghias Koran-koran seluruh Brasil.

Dia juga dikenal sebagai pribadi yg unik dan penuh kejutan. Bagaimana tidak, sebagai buronan dia selalu dikejar-kejar polisi dan tentara, tapi berhasil lolos. Anehnya, setiap kali hasil wawancaranya dengan wartawan juga foto2nya muncul di Koran. Dia memang tak kenal takut bahkan kelewat berani. Bukannya bersembunyi malah sengaja mempublikasi dirinya di Koran-koran, seolah meledek para pemburunya. Gerombolannya berjumlah 40 orang, namun sukses melawan 200 polisi yang mengepungnya. Sungguh luar biasa!

Billy the Kid dipercaya membunuh satu orang setiap tahun selama hidupnya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWuVifHzAsN58l_MYFvnlM_iZ0HvkwGC2xCvdWn1G6KPwDkvZC6xstjhMx7vYS7hEmJVXs893uEMJpecvxgIFiCoVQhpduDTQu-ewNwmRZPkqx4wamn-unjbS0MlISOeSqG-kofCH_iPf-/s400/04.jpg

Henry McCarty (1859 – 1881), lebih dikenal sebagai Billy the Kid, tetapi juga dikenal sebagai Henry dan Antrim William H. Bonney. Menurut legenda, dia membunuh 21 orang, satu untuk setiap tahun hidupnya, tetapi kemungkinan besar ia membunuh hanya setengah dari jumlah tersebut. Sejarah mencatat bahwa dalam jangka waktu hanya 4 tahun, setidaknya ia telah menembakkan senjatanya 16 kali dan membunuh 9 orang di antaranya. Sahabat anehdidunia.com kiprahnya sebagai criminal dimulai di kota perak,dimana dia di penjara dengan tuduhan pencurian. Ia berhasil meloloskan diri, dan berkiprah di kawasan padang Southwest utara dan Meksiko.

Di Arizona, ia melakukan pencurian dan pembunuhan pertama kalinya. Korbannya adalah seorang pandai besi . Dia berhasil meloloskan diri adari kejaran pihak berwajib dan tiba di Lincoln County, New Mexico, di mana ia dikenal sebagai Billy Bonney. Ia muda, gagah, piawai menunggang kuda, dan fasih berbahasa Spanyol dan Meksiko, dia juga terkenal di kalangan perempuan. Sayangnya dia mati muda, usia 22 tahun. Sebenarnya di masanya dia tidak begitu dikenal, namun setahun setelah kematiannya, Billy menjadi legenda.

Kisah dia membunuh Sheriff Patrick Garrett, bersama co-author MA “Ash” Upson, menjadi sensasi tersendiri bagi biografi berjudul The Authentic Life of Billy. Billy the Kid menjadi simbolik angka American Old West. Sejarawan berspekulasi bahwa gambaran itu sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian publik dari kegiatan keji pemimpin politik masa itu.

Salvatore Giuliano Robin Hood Sisilian

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0lz42rRV8fuHJtN7jv39iKctWfTHiv_dwg8cN_8BoE1tHpPcGjOjoMiRxdGqrFcmpBPr6iAOla4YN_V98ZryFIJVhbJDjSy5cPTQcDWm5sMFzl1QKkthwEN0ySCDGVxWPPBCARZpfkBvk/s400/05.jpg

Salvatore Giuliano (1922 – 1950) sering dibandingkan dengan legenda Robin Hood. Salvatore Giuliano adalah seorang petani Sisilia, ia menjadi terkenal karena tindakannya merampok orang kaya dan membagikannya pada warga miskin. Di mata penguasa, Salvatore adalah seorang bandit yg harus dibasmi, tapi di mata rakyat dia adalah seorang yang penuh belas kasih. Ia menjadi salah satu legenda yang tetap dikenang semua orang Sisilia. Salvatore juga terlibat dalam gerakan kemerdekaan Sisilia. Dia aktif memperjuangkan kemerdekaan pulau itu dari pemerintahan Italia. Aksi-aksinya menjadi perhatian media di seluruh. Ketampanannya juga yang membuat tampang dan wajahnya kerap menghiasi media massa, termasuk majalah Time. Ia dilahirkan pada tanggal 16 November 1922 di bagian barat Sisilia, yakni daerah pegunungan desa Montelepre . Dia merupakan generasi terakhir dari kelompok bandit Sicily, namun tidak ada hubungannya dengan kelompok mafiosso. Mereka berkembang dan uniknya, meski kerap berbuat criminal, namun rakyat miskin mencintai mereka. Karena gerombolan bandit ini tidak menjarah dan menyakiti kaum miskin, sebaliknya mereka justru membantu kaum papa. Tak jarang kelompok ini membagi-bagikan hasil jarahannya kepada kaum miskin.

Karenanya kenangan akan kemuliaan hati kelompok bandit gunung ini tetap hidup hingga kini. Kisah-kisah mulia terus berkembang dari generasi ke generasi. Bahkan hingga hari ini. Kalau suatu ketika anda berkesempatan berkunjung ke desa-desa di kawasan ini, maka tak perlu heran, kalau menemukan kaum tua-tua desa masih suka memuju-muji mereka. Meski berasal dari kaum miskin, Salvatore giat belajar. Dia adalah anak yang cerdas, yang terbiasa sejak kecil bersekolah juga bekerja. Waktunya benar-benar dimanfaatkan untuk hal positif, termasuk belajar agama. Ia dikenang sebagai pria yang baik yang mempergunakan ilmu yg dimilikinya untuk membantu sesama..

Sebagaimana kebanyakan orang, ia terjun ke dunia bandit karena keterpaksaan hidup. Ayahnya meninggal, kakak tertuanya dipanggil berperang, otomatis ialah menjadi kepala keluarga yang harus member makan keluarganya. Saat itu Salvatore berusia 20 tahun. Di usia muda dia harus memikul beban sangat berat , menjadi tulang punggung keluarga. Salvatore memang tidak berumur panjang, Ia tewas usia 28 tahun. Namun kenangan akan perbuatan baiknya tetap hidup di hati rakyat. Dia sempat terjun ke dunia politik. Sikapnya jelas dan tegas, dia anti komunis, anti-mafioso, dia juga salah satu pemimpin pemberontak di Sicilia. Sikapnya yg kerap dan anti Mafioso ini justru menghantarnya pada maut. Ia dibunuh pada 5 Juli 1950 oleh sepupunya sendiri yang telah dibayar oleh Don, pemimpin mafia dari Palermo.

Ishikawa Goemon: the Japanese bandit who was boiled alive

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR6ofEFjg77PgKATqbk04bNb_bkgQoSlUBfl0-5OA2BFfcjgGHp2_QFI4qby7Xk6yvoT-gWJCAbnBNl_h4JrfllvPRus1FeXAkLUwdJyehIVHaWIldmTx__1CnIqh47hom1wpJNvbIhV08/s400/06.jpg

Goemon, yang adalah nama lengkap Ishikawa Goemon (1558-1594). Ia pahlawan bagi rakyat miskin, mencuri emas dan barang-barang berharga dan membagikannya pada orang miskin. Salah satu kisahnya yang paling menghebohkan adalah ketika ia berupaya membunuh Toyotomi Hideyoshi, penguasa juga orang kaya pada masa itu. Cerita menyebutkan, tindakan Goemon ini dilatarbelakangi balas dendam karena istri dan anaknya dibunuh oleh Toyotomi. Namun usaha percobaan pembunuhan ini gagal karena bel berdering yg membangunkan para samurai penjaga istana. Dia pun ditangkap dan dieksekusi secara sadis yakni direbus hidup-hidup dalam ketel besi.

Dick Turpin: the English highwayman who gave a 30 min speech before his execution

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqvL3IvRUVQ7z-FowFS_UDyJjqHmnbK1Ylxb3AQHa4ODu2ARiVQ9U4tFrZRcFVngh-iQJzhYCe2NS6fIgNngHv8G6XYj_GWPw8G3xJe8-6UnTbOFGXyCTR1fGUdrSIsrH3cE2Q8MvMRpz_/s400/07.jpg
Petualang asal Inggris ini bernama Richard Turpin (1705 – 1739). Turpin terlibat dalam poaching, pencurian, pencurian sapi, kuda, perampokan dan pembunuhan besar di York. Setelah kematiannya, sebagai “Dick” Turpin, ia legenda, gagah dan romanticized sebagai pahlawan di Inggris. Kisah hidupnya diangkat dalam cerita-cerita yang dipentaskan di panggung teater,dan popular pada abad ke-19 dan 18. Lalu pada abad ke 20, kisah hidupnya di angkat ke layar perak. Ia dilahirkan di Essex, kawasan pertanian.

Dia bekerja sebagai tukang daging dan memiliki took sendiri di pinggiran kota London. Dalam menjalankan usahanya, Turpin tidak tergantung pada pemasok daging legal, melainkan mencuri domba, lembu, dan ternak orang lain. Pada masa itu hal ini merupakan pelanggaran serius dan ancamannya adalah hukuman mati. Akhirnya dia ditangkap namun berhasil melarikan diri, meninggalkan istri dan bisnis yg dibangunnya. Sejak itu dia terlibat berbagai aksi kejahatan. Namun kemudian berhasil ditangkap dan dihukum gantung. Uniknya, sebelum eksekusi, ia sempat berpidato selama 30 menit.

Ned Kelly: the Australian outlaw who killed policemen

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXt08ywO3qD1tb3MrtR4vjTVip6YNLf_wjX-ofI0vMiLVh828uomYNcLYZprjuJKRw0TOCjjBTYYtX3VM67ZukDIZYmeMD46FQegkGY18821UeusQ9sP84_0tKq-KSl-zshK-ASlG5J7nv/s400/08.jpg

Edward “Ned” Kelly (1854 – 1880) adalah seorang Australia, dikenal sebagai pahlawan rakyat dan penentang penguasa kolonial. Tapi nasib tragis diterimanya, ia tewas digantung pada 1880. Kisah hidupnya menjadi catatan sejarah kelam Australia.

9. Belle Starr: the outlaw queen who would use her womanly charms to release gang members

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpm1iO0FVLaQLlncjQA45mQmEcnkSYTYlD9q9C8jOXozYaAj9veBnKcWI8pDJ28dEeH_11lgWlpS41iOK-W7hIQQKojHxMwNkrIvrUUbeDTJfU43Aa0yGdnDOYRjggTRe0liv66apTgj0d/s400/09.jpg

Belle Starr adalah bandit perempuan yang akan melakukan apapun demi keuntungan. Ratu bandit ini dilahirkan di Myra Belle Shirley Missouri 8 Februari 1848. Kemudian keluarganya pindah ke Texas. Myra mulai terlibat dalam komplotan penjahat di lingkungannya pada usia 10 tahun. Ia sempat punya hubungan khusus dengan salah satu anggota bandit, Cole Younger , bahkan mempunyai anak dengannya. Setelah pisah dengan Younger, dia menikah dengan pencuri kuda, Jim Reed dan mempunyai seorang anak laki-laki itu.

Lalu ia menikah dengan bandit keturunan Indian. Maka jadilah mereka pasangan bandit yang membentuk gank dan kerap melakukan pencurian di mana mana. Perancang strategi dari kegiatan criminal tersebut adalah Belle Starr. Ia dan ganknya selalu berhasil lolos dari hukuman karena keberhasilannya menyuap petugas. Ia juga berhasil memanfaatkan kewanitaannya untuk menggoda para penegak hokum.

7 PAHLAWAN REVOLUSI INDONESIA YANG MISTERIUS

Revolusi merupakan perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Biasanya, Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun. Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan apapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Contohnya Revolusi Industri yang mengubah wajah dunia menjadi modern. Dalam definisi yang lebih sempit, revolusi umumnya dipahami sebagai perubahan politik.

Di Indonesia, ada beberapa pahlawan revolusi yang paling terkenal dan misterius. Sejarah mencatat, sedikitnya ada tujuh orang misterius di Indonesia yang sebenarnya patut di ketahui keberadaan serta perannya apabila orang-orang tersebut benar-benar ada. Tetapi sayangnya, mereka tetaplah misterius dan tentang keberadaannya sulit diketahui dengan pasti. Tak tanggung-tanggung, bahkan beberapa di antaranya, makamnya sulit untuk ditemukan. Lantas, siapa sajakah gerangan orang yang dimaksud? Penasaran, mari kita simak bersama-sama!

1. Penulis Buku Darmogandhul
Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya. Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara. Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara. Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab ’ngawur’ ini. Akan tetapi dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Diperkirakan, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda. Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu. Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.

2. Supriyadi
Siapa sih yang tidak kenal dengan sosok pahlawan revolusi satu ini. Supriyadi adalah pahlawan nasional Indonesia, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, tetapi tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut. Kala itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah. Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho. Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang. Akan tetapi yang membuat sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang. Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia yang sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan Kini berusia 90 tahun. Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.

3. Perobek Bendera Belanda Di Hotel Oranje
Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman. Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka. Sehingga pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya secara bertubi-tubi. Kala itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Pada saat itu teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana. Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini Sang Merah Putih yang berkibaran di angkasa. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui Gambar Pahlawan Revolusi Indonesia secara pasti siapakah yang melakukannya.

4. Tan Malaka
Ia merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional kita yang terlupakan. Besar kemungkinan salah sedikit (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain. Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu (termasuk oleh Bung Karno) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu. Tapi sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.

5. Imam Sayuti alias Tebo
Disuatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami-istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Konon katanya, masih pengantin baru, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama. Singkat cerita, tak lama kemudian lahirlah bayi Nasikah yang penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah(Konon, anak dari bangsa Jin). Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami-istri ini layaknya anak mereka sendiri. Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok pahlawan revolusi indonesia ini merebak. Tentu suatu hal yang ganjil jika ada manusia yang melahirkan anak dari bangsa Jin (Benar tidaknya, tidak bisa dipertanggungjawabkan). Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan ’makhluk’ ini.

6. Gunadarma
Borobudur dan Gunadarma merupakan dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaan nya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan atau ratusan bahkan ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah “kulit” yang katanya diketuai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma. Sementara siapa sebenarnya sekelompok kaum brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan “kulit” situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata symbol dan bukan merupakan nama seseorang. Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang kala itu belum begitu canggih. Akan tetapi hingga saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas dan seolah-olah menjadi misteri tak terpecahkan.

7. Ki Panji Kusmin
Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya. Disertai malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta. Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang ''menyimpang'' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya Tragedi 1965. Akan tetapi, akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril. Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin. Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Anehnya, hingga saat ini identitas dari Ki Panji Kusmin tidak pernah terungkap yang akhirnya hingga dibawa ke liang lahat oleh H.B. Jassin karena telah meninggal dunia.

PETRUS

Kasus-kasus penembakan misterius (petrus) pada 1982-1985 silam kini jadi bahan pembicaraan lagi. Pekan lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan ada pelanggaran HAM berat dalam pembunuhan sistematis atas para preman dan orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan. 
»Temuan ini sudah kami serahkan ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti,” kata Ketua Tim Adhoc Penyelidik Pelanggaran HAM dalam kasus Petrus, Stanley Adi Prasetyo.
Penyelidikan Komnas HAM menemukan bahwa ada indikasi kuat pemerintah Orde Baru sengaja merestui sebuah program pembunuhan massal untuk mengatasi gangguan keamanan kala itu. 
Benarkah? Tempo menemukan seorang pria yang disebut-sebut sebagai pelaku pertama operasi petrus di Jawa Tengah.
Namanya M. Hasbi, bekas Komandan Kodim 0734 Yogyakarta.  Setelah menjabat komandan militer, dia sempat menjadi Bupati Boyolali sampai 1994. Dia juga sempat menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Partai Golkar. Kini Hasbi adalah Ketua Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI (Pepabri) Jawa Tengah. Berikut ini petikan wawancaranya:
Apa latar belakang operasi Petrus pada 1980-an?
Kondisi keamanan masyarakat ketika itu sangat terganggu oleh keberadaan para gali. Anda tahu apa itu gali? Gabungan anak liar. Mereka sangat menganggu dan meresahkan masyarakat sehingga harus diberantas. Operasi  Petrus itu mulai November 1982, saat saya bertugas di Yogyakarta sebagai Dandim.
Apa buktinya preman kala itu mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat?
Indikasinya sangat jelas, setiap malam hari para mahasiswa di Yogyakarta sudah tak berani keluar karena takut pada gali. Operasi petrus adalah shock therapy supaya tidak ada tindak kejahatan lagi.
Bagaimana  awal mulanya Operasi Petrus dijalankan?
Saat kondisi keamanan terganggu, saya melapor ke Pangdam Diponegoro, Pak Ismail. Dia bilang, »Ya sudah diberantas saja.” Saya lalu bilang, »Siap laksanakan.” Saya segera berkoordinasi dengan polisi.
Untuk apa?
Kami membuat daftar nama preman. Sumber datanya berasal dari laporan masyarakat yang kemudian disaring di Badan Koordinasi Intelijen. Badan Koordinasi Intelijen ini berisi intel Kodim, intel polisi serta intel kejaksaan.
Berapa jumlah preman yang masuk dalam daftar Anda?
Saya lupa. Sudah lama kok.
Setelah didaftar lalu bagaimana?
Setelah itu,  semua preman yang masuk daftar diumumkan dan dipanggil. Para preman diminta lapor untuk diberi Kartu Tanda Lapor (KTL). Semua preman yang sudah bisa menunjukan KTL  akan aman.
Yang tidak bisa menunjukkan KTL?
Ya sesuai standar, ada operasi.  Jika premannya malah lari maka diberi tembakan peringatan tiga kali. Jika tetap lari, akan ditembak kakinya. Tapi, kadang-kadang ya, tembakan itu malah  kena kepala atau tubuh, karena medannya naik turun atau dia malah merunduk. Itu semua di luar dugaan.
Berapa preman yang tewas dalam operasi ini?
Saya tidak ingat. Sudah lama sekali.
Apakah menurut Anda, penembakan misterius ini melanggar aturan?
Saya kira tidak melanggar. Buktinya, saat itu tak ada reaksi penolakan masyarakat. Gali-gali itu sudah sangat meresahkan masyarakat. 
Apakah sekarang Anda menyesal karena berperan menghilangkan nyawa  banyak orang?
Waktu itu, ada perintah dari atasan.
Apa kira-kira Pangdam Diponegoro juga mendapat perintah dari atasannya?
Saya tidak tahu, tapi saat itu yang jelas ada operasi Petrus di hampir seluruh wilayah Indonesia. (*)

BIOGRAFI MUHAMMAD ALI


Seandai-nya Muhammad Ali tidak kehilangan sepeda BMX-nya, mungkin dunia tinju tidak akan melahirkan petinju terbaik-nya. Kisahnya bermula ketika Ali masih berusia 12 tahun. Sepeda yang baru saja dibelikan orangtua-nya, raib diambil pencuri. Siapa yang menduga, kejadian tersebut membuat Ali kecil berkenalan dengan dunia tinju yang kemudian digeluti-nya hingga menjadi juara dunia tinju sejati.

Setelah sepeda-nya hilang, Cassius Marcellus Clay, Jr. (nama lahir Ali), segera melapor ke Joe Martin, seorang polisi. tak disangka, Joe ternyata juga seorang pelatih tinju. Clay Jr kemudian diajari-nya bertinju agar bisa memukul si pencuri. Clay begitu antusias berlatih.

Clay Jr giat berlatih tak cuma ingin menghajar si pencuri. “Mungkin juga karena aku ingin membalas perlakuan jahat teman-teman-ku yang berkulit putih,” katanya. Sejak kecil, Clay Jr sudah merasakan perbedaan perlakuan karena ia berkulit cokelat. Karunia Allah yang diberikan kepada Clay Jr berupa bakat serta otot yang kuat, membuat jalan ia menjadi petinju terkenal di dunia menjadi mudah.

Clay Jr memenangkan pertandingan tinju pertama-nya saat masih berusia 12 tahun. Lawan-nya dikalah-kan dengan angka tipis. “Saya adalah yang terhebat. Saya akan menjadi juara dunia,” kata Ali seusai pertandingan.

Enam tahun berselang, keahlian bertinju Clay Jr makin bertambah dengan keberhasilan-nya mengalahkan petinju-petinju tangguh di Olimpiade Roa, 1960. Anak dari Cassius Marcellus Clay, Sr, seorang pelukis papan iklan dan ibu Odessa Grady Clay seorang pencuci pakaian, itu meraih medali emas kelas berat ringan. Tak lama kemudian, ia memulai debut-nya sebagai petinju profesional melawan Tunney Hunsaker. Clay Jr menang angka dalam pertarungan 6 ronde. Sejak itu, prestasi demi prestasi ia raih dalam buku sejarah tinju dunia.

Clay Jr, yang dilahirkan di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, 17 Januari 1942, meraih gelar juara dunia kelas berat pertama kali dengan cara mengesankan. Ia mengalahkan Sonny Liston dengan TKO pada ronde 7 dari 15 ronde di Florida, AS, 25 Februari 1964. Liston mengalami cedera pada leher-nya yang membuat-nya mengundurkan diri dari pertandingan.

Padahal, saat itu Clay Jr menjadi underdog. Liston adalah petinju yang ditakuti karena memiliki pukulan yang sangat keras yang membuat lawan-nya bertumbangan di atas kanvas. Namun, Clay Jr tak gentar. Ia berkata sebelum pertandingan bahwa ia akan mengalahkan Liston.

Clay Jr memiliki cara unik sebelum bertanding melawan Liston. Ia mendatangi rumah tetangga-nya satu per satu. Ia ketuk pintu setiap rumah yang didatangi-nya dan mengatakan bahwa dia-lah juara dunia sejati. Para tetangga-nya tentu saja heran. Clay Jr dianggap bercanda dan tidak waras.

Clay Jr menjadi juara dunia saat usia-nya masih 18 tahun. Jagat tinju dunia geger. Belum usai keterkejutan itu, tiba-tiba ia menghadirkan kisah lain dengan memproklamirkan diri masuk agama Islam. Clay Jr melakukan-nya sesaat setelah mengalahkan Liston, masih di atas ring. Ia mengucapkan dua kalimat Syahadat di antara tepuk riuh penonton, kilatan lampu kamera dan di depan jutaan penonton televisi di seluruh dunia. Ia mengumumkan nama baru-nya yaitu Muhammad Ali. “Ini sesuai fitrah-ku sebagai manusia ciptaan Allah,” kata Ali saat ditanya alasan keputusan-nya memeluk Islam.

Pada 25 Mei 1965, Ali melakukan tanding ulang melawan Liston. Pertandingan tersebut penuh kontroversi. Pukulan Ali yang begitu cepat menimbulkan spekulasi di kalangan tinju yang menyebut pukulan Ali sebagai “Phantom Punch.” Pukulan itu begitu cepat, sehingga tidak tampak mengenai Liston yang roboh. Banyak isu yang berkembang, termasuk suap dan ancaman orang-orang Nation of Islam (organisasi yang menjadi tempat Ali bergabung setelah memeluk Islam) terhadap Liston dan keluarga-nya. Tapi Liston membantah semua itu dengan menyatakan pukulan Ali menghantam-nya dengan keras.

Kontroversi kembali dilakukan Ali. Kali ini bukan di atas ring tinju. Ia menolak mengikuti wajib militer pemerintah AS dalam menghadapi Perang Vietnam. Keputusan itu membuat-nya diskors oleh Komisi Tinju selama tiga tahun (1967-1970) dan gelar-nya dicabut. Ali kemudian dijebloskan ke penjara.

Bahkan di salah satu atau mungkin semua film yang mengisahkan diri-nya (saya lupa judul-nya ^^!), diperlihat-kan kalau waktu itu ia dipanggil pemerintah AS untuk ikut wamil dengan menyebut-kan nama lahir-nya. Mungkin itu-lah alasan-nya dia mengungkap-kan kalimat: “Saya tidak ada masalah dengan orang-orang Vietcong, dan tidak ada satu pun orang Vietcong yang memanggil-ku dengan sebutan Nigger !” , untuk menolak wamil tersebut.

Tahun 1971, Ali bertanding melawan Joe Frazier di New York. Joe Frazier menang mutlak atas Muhammad Ali dalam pertarungan melelahkan selama 15 ronde. Joe, pemegang sabuk juara tiga versi badan tinju, bertarung menghadapi ALi, petinju tak terkalahkan. Pada ronde ke-11, Ali hampir saja roboh setelah terkena hook kiri Joe. Ali kalah mutlak 8-6-1, 9-6, dan 11-4. Itu-lah awal “trilogi maut.”

Pada 30 Oktober 1974, untuk kedua kali-nya, Ali merebut gelar juara dunia kelas berat WBC dan WBA setelah mengalahkan George Foreman di Kinsasha, Zaire, pada ronde ke-8. Pertandingan itu dikenal sebagai “Rumble in the Jungle.” Ali saat itu tidak diunggulkan. Selain sebagai juara dunia, George Foreman memiliki rekor menawan yaitu tidak pernah kalah dalam 40 kali pertarungan. Selain itu, Foreman baru saja meroboh-kan Joe Frazier dan Ken Norton, masing-masing pada ronde kedua.

Setahun kemudian, pertandingan mengesan-kan lain-nya dilakukan Ali pada 1 Oktober 1975. Presiden Ferdinand Marcos memboyong pertandingan Ali versus Frazier III ke kota Manila, Filipina. Publik menamai pertarungan tersebut “Thrilla in Manila.” Ali menang TKO pada ronde ke-14 dalam pertandingan yang sangat seru dan menegangkan, bahkan disebut sebagai salah satu “pertandingan tinju terbaik abad ini.”

Frazier yang kelelahan akhir-nya menyerah dan tidak mau melanjut-kan pada istirahat menjelang ronde ke-15. Setelah itu, saat akan wawancara dengan televisi, Ali terjatuh karena kehabisan tenaga. Setelah istirahat beberapa menit, wawancara baru bisa dilakukan, tapi Ali harus duduk di bangku karena sudah kehabisan tenaga. “Frazier adalah petinju terhebat yang pernah saya hadapi,” kata Ali.

Sejarah kembali dibuat Ali pada 15 September 1978 ketika ia mengalahkan Leon Spinks dengan angka dalam 15 ronde di New Orleans. Ali mengukuh-kan diri sebagai petinju pertama yang merebut gelar juara kelas berat sebanyak 3 kali. Satu tahun kemudian, Ali menyatakan mundur dari ring tinju dan gelar juara dunia dinyata-kan kosong.

Pada 2 Oktober 1980, Ali kembali ke ring tinju. Ia melawan bekas kawan latih tanding-nya, Larry Holmes, yang telah menjadi juara dunia kelas berat dalam pertandingan yang diberi judul “The Last Hurrah.” Dalam pertandingan yang berat sebelah, Ali tidak mampu berkutik, sedang-kan Holmes tampak tidak tega “menghabisi” Ali yang tak berdaya. Ali menyerah dan mengundur-kan diri pada ronde ke-11. Holmes dinyata-kan menang TKO.

Disebut-kan dalam laporan medis yang dilaku-kan di Mayo Clinic, sebelum pertandingan, Ali dinyata-kan menderita gejala sindrom Parkinson seperti tangan yang gemetar, bicara yang mulai lamban, serta ada indikasi bahwa terjadi kerusakan pada selaput (membran) di otak. Namun Don King sang promotor tinju merahasia-kan hasil medis itu, dan pertandingan Ali versus Holmes tetap berlangsung.

Sebelum pertandingan melawan Larry Holmes itu, Dr Ferdie Pacheco, dokter pribadi yang telah mendampingi Ali selama puluhan tahun, dengan terpaksa mengundur-kan diri karena Ali tidak mau mendengar-kan nasehat-nya untuk menolak pertandingan melawan Holmes. Dalam salah satu buku biografi Ali, Pacheco mengemuka-kan bahwa selama latihan, Ali sempat kencing darah akibat kerusakan ginjal terkena pukulan. Ia juga mengemuka-kan bahwa Ali sudah mengalami gejala sindrom Parkinson sejak sebelum pertandingan. Setelah pertandingan tersebut, dilaku-kan cek medis ulang, dan hasil-nya menguat-kan hasil sebelum-nya.

Meski telah mengidap gejala Parkinson, Ali tetap ingin bertanding lagi. Pada 11 Desember 1981, Ali yang sudah uzur, mencoba kembali ke dunia tinju melawan Trevor Berbick di Bahama dalam pertandingan yang diberi tajuk “Drama in Bahama.” Dalam kondisi renta, Ali mampu tampil lebih bagus daripada saat melawan Holmes, walau-pun akhir-nya kalah angka 10 ronde. Setelah pertandingan itu, Ali benar-benar pensiun dari dunia tinju.

Ali, yang dinobat-kan sebagai “Petinju Terbesar Abad ini” oleh BBC pada 1999, sempat datang ke Indonesia pada 20 Oktober 1973. Ali bertarung melawan Rudi Lubbers, selama 12 ronde dalam pertandingan kelas berat tanpa gelar di Istora Senayan, Jakarta. Oleh publik dan pers Indonesia, pertandingan Ali versus Lubbers disebut-kan sebagai pertandingan eksibisi, namun nyata-nya ini adalah pertandingan resmi, walau tidak memperebut-kan gelar. Terakhir, Ali menginjak-kan kaki di Indonesia pada 23 Oktober 1996. “Sebuah negara yang unik, dimana penduduk-nya sangat bersahabat dan selalu tersenyum kepada siapa pun,” kesan Ali.

Kini Ali tidak bisa lagi menari-nari dan beraksi seperti lebah penyengat yang kerap ia lakukan saat bertanding. “Kejar-lah saya, saya menari, saya menari. Coba ikuti saya,” ujar Ali pada setiap lawan-nya. Parkinson menggerogoti tubuh-nya sejak 1986. Meski penyakit itu belum ada obat-nya, Ali tidak mau menyerah. Ia bahkan sempat tampil sebagai pembawa obor saat Olimpiade Atlanta pada 1996. Saat itu, jutaan penonton televisi harus menahan haru melihat Ali yang perkasa berjuang keras mengatasi getaran di tangan-nya untuk menyulut obor Olimpiade. Dan ia berhasil - See more at: http://clip-cliping.blogspot.com/2010/06/biografi-muhammad-ali.html#sthash.iWPyW3Ow.dpuf

BIOGRAFI MALCOM X

Pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska, seorang bayi kulit hitam lahir dan diberi nama Malcolm Little. Kelak, bayi itu begitu terkenal dengan nama Malcolm X, dan setiap orang kulit hitam muslim di AS tahu siapa Malcolm X .”X”, nama yang diberikan oleh orang yang membuatnya menjadi muslim.”X” suatu cara untuk mengidentifikasikan dirinya dengan budak-budak hitam Afrika yang diangkut ke Amerika. Dulu, pada abad ke-19, bahkan nama orang-orang hitam itu tak diacuhkan oleh pedagang-pedagang budak, dan karena itu mereka hanya disebut sebagai “X”.


Malcolm X (19 Mei 1925–21 Februari 1965) adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Dr. Martin Luther King yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

Malcolm Little, seperti kebanyakan kaum kulit hitam pada awal tahun 1900-an di Amerika, sering berkabung dalam kemelaratan, dan menghirup udara perbedaan perlakuan ras. Ayah Malcolm, Earl Little, adalah pendeta Gereja Baptis. Dia aktif dalam organisasi UNIA (Asosiasi Perbaikan Kaum Negro Sedunia). UNIA mengibarkan panji-panji kaum kulit hitam asli, dan menganjurkan kembali ke Afrika tanah nenek moyang mereka. Begitu tumbuh dewasa, Malcolm seperti ayahnya: tinggi, besar, dan gagah.


"Saya tahu masyarakat seringkali membunuh orang-orang yang berusaha mengubah mereka menjadi lebih baik. Jika saya mati dengan membawa cahaya bagi mereka dengan membawa kebenaran hakiki yang akan menghancurkan kanker rasisme yang menggerogoti tubuh Amerika Serikat (AS) semua itu terserah kepada Allah SWT. Sementara itu kesalahan atau kekhilafan dalam upaya saya itu semata-mata adalah dari saya sendiri". Demikianlah pesan terakhirnya dalam buku "Malcolm X", Sebuah Otobiografi yang ditulis oleh Alex Harley.

Semasa kecilnya Malcolm dan keluarganya sering menjadi sasaran penembakan, pembakaran rumah pelecehan dan ancaman lantaran ayahnya adalah anggota UNIA yang militan, hingga semuanya memuncak saat ayahnya dibunuh kelompok rasis kulit putih ketika Malcolm berusia enam tahun.

Kehilangan ayahnya merubah kehidupannya sehingga menjadi anak yang liar. Sekolahnya terputus tatkala usianya mencapai 15 tahun. Selanjutnya jalanan dan germerlap dunia hitam yang membuatnya terjerumus dalam berbagai kehidupan antargank pencurian mariyuana narkotika minuman keras perjudian dan pelacuran baik selagi di kampungnya maupun setelah pindah ke Harlem (wilayah terkenal bagi orang Negro) di New York

Pada usia 20 tahun dia diajukan ke pengadilan atas kasus pencurian dan ditahan hingga berusian 27 tahun. Seperti layaknya narapidana lainnya, banyak keonaran yang dia lakukan di penjara namun dia suka menyendiri di balik kamar tahanannya.

Dia menemukan apa yang dinamakan pencerahan diri mulai dari membaca menulis di dalam penjara Chalestown State. Kemudian terjadi surat-menyurat antara Malcolm dan saudaranya Philbert serta diskusi dengan saudara kandungnya Hilda yang sering mengunjunginya selama dipenjara khususnya mengenai ajaran agama Islam tempat kedua saudaranya adalah pengikut Nation of Islam (NoI). Berawal dari sinilah dia mengenal NoI, masuk Islam dan mengadakan kontak melalui surat-menyurat dengan Mr Elijah Muhammad, pimpinan sekaligus tokoh yang dianggap sebagai utusan Allah oleh pengikut NoI. Berkat Elijah-lah ia memahami ketertindasan dan ketidakadilan yang menimpa ras hitam sepanjang sejarah. Sejak itulah Malcolm X menjadi seorang napi yang kutu buku mulai dari menekuni sastra, agama, bahasa, dan filsafat.

Pada hari pembebasannya Malcolm langsung pergi ke Detroit untuk bergabung dengan kegiatan NoI. Dengan bergabungnya Malcolm, NoI berkembang menjadi organisasi yang berskala nasional. Malcolm sendiri menjadi figur yang terkenal di dunia,
mulai dari wawancara di televisi, majalah, dan pembicara di berbagai universitas dan serta forum lainnya. Kepopulerannya terbit berkat kata-katanya yang tegas dan kritis seputar kesulitan yang dialami kaum negro, diskriminasi, dan sikap kekerasan yang ditunjukkan kaum kulit putih terhadap kaummnya.

Namun sayangnya, NoI juga memberikan pandangan-pandangan yang bersikap rasis sehingga ia menolak bantuan apapun dari kalangan kulit putih yang benar-benar mendukung perjuangan antidiskriminasi. Bahkan selama 12 tahun Malcolm mendakwahkan bahwa orang kulit putih adalah iblis dan yang terhormat adalah Elijah Muhammad adalah utusan Allah.

Pandangan tersebut tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam sendiri yang tidak membedakan kehormatan dan kehinaan seseorang berdasarkan ras serta tidak ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW.

Pandangan rasis dari NoI membuat Malcolm kemudian menyadari bahwa hal tersebut sebagai sebuah ajaran yang tidak rahmatan lil alamin. Karena hal itu Ia pun keluar dari NoI dan berniat mendirikan organisasi sendiri, selain masalah internal NoI.

Bahkan Malcolm mengatakan, dirinya sering menerima teguran bahwa tuduhan white indicting yang dia lontarkan tidak memiliki dasar dalam perspektif Islam. Di antaranya yang memberikan teguran adalah justru dari kalangan Muslim Timur tengah atau Muslim Afrika Utara. Meski demikian mereka menganggap dia benar-benar memeluk Islam dan mengatakan jika dia berkesempatan mengenal Islam sejati pasti akan memahami ajarannya dan memegang teguh ajarannya.

“Pada usiaku yang ke-39, aku berada di kota suci Mekah. Saat itulah, untuk pertamakali dalam hidupku, aku berdiri di hadapan Ciptaan Yang Mahakuasa dan aku merasa menjadi manusia utuh.” (The Autobiography of Malcolm X, seperti yang dituturkan kepada Alex Haley)

Setelah melakukan perjalanan ibadah haji dia mendapatkan gambaran yang berbeda dari pandangannya selama ini, apalagi setelah melihat jamaah haji yang berkumpul dari belahan bumi, dari berbagai ras, bangsa dan warna kulit yang semua memuji Tuhan yang satu dan tidak saling membedakan

Beliau berkata, "Pengalaman haji yang saya alami dan lihat sendiri benar benar memaksa saya mengubah banyak pola pikir saya sebelumnya dan membuang sebagian pemikiran saya. Hal itu tidaklah sulit bagi saya." Kata-kata ini sebagai bukti bahwa dirinya mengubah pandangan dari memperjuangkan hak sipil orang negro ke gagasan internasionalisme dan humanisme Islam. Malcolm X pun berganti nama menjadi Haji Malik kemudian berkata:

"Perjalanan haji telah membuka cakrawala berpikir saya dengan menganugerahkan cara pandang baru selama dua pekan di Tanah Suci. Saya melihat hal yang tidak pernah saya lihat selama 39 tahun hidup di Amerika Serikat. Saya melihat semua ras dan warna kulit bersaudara dan beribadah kepada satu Tuhan tanpa menyekutukannya. Benar pada masa lalu saya bersikap benci pada semua orang kulit putih namun saya tidak merasa bersalah dengan sikap itu lagi karena sekarang saya tahu bahwa ada orang kulit putih yang ikhlas dan mau bersaudara dengan orang negro. Kebenaran Islam telah menunjukkan kepada saya bahwa kebencian membabi buta kepada semua orang putih adalah sikap yang salah seperti halnya jika sikap yang sama dilakukan orang kulit putih terhadap orang negro".

Malcolm X akhirnya mendirikan Organization of Afro-American Unity pada 28 Juni 1964. Pada 21 Februari 1965, pada saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X tewas diujung peluru tiga orang Afrika-Amerika yang ironisnya dia perjuangkan nilai-nilai dan hak-haknya serta tidak ada yang tahu siapa dan apa di balik kematiannya. Kendati demikian, impian Malcolm X menyebarkan visi antirasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis, menggugah kalangan Afro-Amerika dan dunia.