Sabtu, 14 Maret 2015

Akhir Zaman Setiap Manusia, Maut Sebagai Nasihat (3)

kuburan
ABU Darda’, seorang sahabat besar, memberi nasihat, “Ada tiga hal yang membuatku tertawa, dan tiga hal yang membuatku menangis. Yang membuatku tertawa adalah orang yang mengharap dunia padahal maut mengintainya, orang yang melalikan yang tak dapat dilalaikan (maut), dan orang yang tertawa lepas padahal ia tak tahu apakah Allah ridha padanya atau murka.
Tiga hal yang membuatku menangis adalah berpisah dengan orang-orang yang tercinta, Muhammad SAW dan golongannya, kesulitan-kesulitan saat sakaratul maut, dan berdiri di hadapan Allah pada hari ketika yang tersembunyi menjadi jelas, kemudian tak tahu menuju surga atau neraka.”
Abu Darda’ (Dalam riwayat lain: Abu Dzar) berkata, “Kalian lahir untuk mati, kalian memakmurkan untuk kehancuran, kalian berambisi mengejar yang fana namun meninggalkan yang baka.”
Imam Qurthubi memberi nasihat dan peringatan:
Mana harta yang kau kumpulkan? Mana yang kau persiapkan untuk keadaan-keadaan yang sulit dan menakutkan? Pada saat maut menjemput, semua yang ada di tanganmu jadi kosong melompong. Kekayaan dan kemuliaanmu berubah menjadi kefakiran dan kehinaan. Bagaimanakah kau nanti jadinya, hai pembeli dosa-dosa yang terhempas dari keluarga dan rumahnya?
Jalan petunjuk telah nampak bagimu. Betapa sedikitnya perhatianmu untuk membawa bekal bagi perjalanan jauhmu dan situasimu yang sulit dan berat. Apakah kau tak tahu, wahai orang yang tertipu, bahwa pasti kau pergi menuju hari yang sangat berat keadaannya, dan hari itu ucapan seseorang jadi tidak berguna. Apa yang telah diperbuat oleh tangan dan kedua kaki, apa yang diucap oleh mulut dan diperbuat oleh anggota tubuhmu akan disodorkan kepadamu di hadapang Sang Raja Diraja. Jika Allah menyayangimu, maka kau ke surga, namun bila tidak, pasti ke neraka.
Wahai jiwa yang lalai dari keadaan-keadaan ini, sampai kapan kelalaian dan kelambananmu? Apa kau kira masalah ini kecil? Apa kau sangka hal ini remeh? Kau kira keadaan sekarang akan membantumu saat tiba hari kepergianmu, atau hartamu dapat menyelamatkanmu saat amal-amalmu menghancurkanmu atau rasa sesal cukup bagimu saat kakimu tergelincir (di atas shirath), atau kelompokmu akan megasihanimu di padang mahsyar? Sekali-kali tidak.
Demi Allah, buruk sekali persangkaanmu itu. Kau harus mengetahui, kau tak puas dengan hidup berkecukupan, tidak kenyang dari yang haram, tidak mendengar nasihat, dan tidak takut dengan ancaman. Kebiasaanmu adalah berkubang dengan hawa nafsu, dan terjerumus ke dalam kegelapan. Kau bangga dan takjub dengan harta yang kau timbun, dan tak ingat apa yang akan kau hadapi. Wahai yang tidur dalam kelalaian dan yang terjaga dalam keterpurukan, sampai kapankah kelalaian dan kelambananmu ini? Apa kau kira akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihisab esok hari? Apa kau sangka maut menerima sogokan?
Sekali-kali tidak, demi Allah! Maut tak dapat ditolak dengan harta dan anak cucu. Tak berguna kecuali amal yang baik. Beruntunglah orang yang mendengar dan sadar, melaksanakan apa yang didakwahkan, menahan diri dari hawa nafsu, tahu bahwa orang yang beruntung adalah orang yang memelihara diri (dari dosa), dan tahu bahwa menusia tidak memiliki apa pun kecuali yang diusahakannya, dan usahanya itu akan diperlihatkan.
Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang tidur ini! Jadikanlah amal sebagai bekal! Jangan kau khayalkan surga, sementara kau berkubang dalam dosa dan melakukan perbuatan orang-orang jahat! Selalulah merasa diawasi (muraqabah) Allah dalam kesunyian, jangan tertipu oleh angan-angan, dan berzuhudlah! Mereka mendengarkan syair:
Berbekallah untuk perjalanan ke tempat kembali
Berdirilah karena Allah dan beramallah dengan bakal yang terbaik
Jangan kau menumpuk harta dunia, sebab harta yang dikumpulkan akan sirna.
Apakah kau mau berada di samping orang-orang yang memiliki bekal, sedangkan kau sendiri tidak berbekal?
Penyair yang lain mengatakan:
Jika kau tak pergi dengan bekal takwa dan setelah mati bertemu dengan orang yang telah berbekal
Kau kan menyesal karena tidak seperti dirinya sebab dulu kau tidak waspada sebagaimana ia waspada.
ADA banyak penyair yang mengingat dan memberi nasihat tentang maut. Di antaranya syair berikut:
Tiada satu pun dari yang kau lihat akan kekal keceriaan wajahnya
Tuhan kekal, sedang harta dan anakkan binasa
Sehari pun harta kekayaan Hurmuz tak membuatnya kekal
Kaum ’Ad juga melakukan hal yang sama, tapi mereka tetap tidak kekal
Begitu pula Sulaiman manakala angin bergerak mendatanginya manusia dan jin berdatangan kepadanya
Mana raja-raja yang para utusan dari segala penjuru mendatanginya karena kemuliannya?
Di sana terdapat telaga yang pasti didatangi
Suatu hari ia pasti datang, dan mereka pun datang.
Kita menjalani langkah yang telah ditentukan
Langkah yang telah ditentukan bagi seseorang pasti dijalaninya
Rizki kita tidaklah sama
Yang tidak didatangi rizki, didatanginya rizki itu
Yang kematiannya ditetapkan di suatu tempat, ia takkan mati di lain tempat.
Jika suatu malam kau menjadi pengikut suatu kaum ketahuilah bahwa kau akan dimintai pertanggungjawaban
Jika kau mengantar jenazah ke dalam kubur ingat, sungguh kau pun akan diusung.
Berbekallah dari dunia ini karena sesungguhnya kau tak tahu bila malam telah tiba, apakah kau akan hidup sampai fajar?
Betapa banyak pengantin wanita yang dihiasi untuk suaminya padahal roh mereka telah digenggam pada malam lailatul qadar
Betapa banyak anak kecil dharapkan panjang umur tapi roh mereka dimasukkan ke kegelapan kubur
Betapa banyak orang sehat mati tanpa sakit
Betapa banyak yang sakit malah hidup lebih lama
Betapa banyak pemuda bersantai ria setiap pagi dan sore padahal kain kafannya telah ditenun tanpa diketahuinya
Betapa banyak orang yang tinggal di istana pada pagi hari di sore harinya ia menjadi penghuni kubur
Maka jadilah orang yang ikhlas, dan lakukanlah selalu amal baik, semoga kau beroleh ganjaran dan pahala
Tetaplah takwa kepada Tuhan, sebab takwa dapat memberi rasa aman dari kengerian di padang mahsyar
Biarkan dunia menghampirimu dengan sia-sia
Bukankah akhir perjalanannya adalah perpindahan
Duniamu tiada lain laksana bayangan yang menaungimu, lalu lenyap tak terbekas
Setiap hari maut menebarkan kain kafan sementara kita lalai akan kewajiban
Jangan kau merasa damai dengan dunia dan keindahannya walaupun kau disandangkan pakaian dunia yang bagus!
Di manakah orang-orang tercinta dan para tetangga? Apa yang mereka perbuat?
Di manakah mereka yang dahulu menenangkan kita?
Maut memberi mereka minum dari gelas yang kotor, mereka menjadi korban kekayaan duniawi.
Berikanlah pada dirimu tobat yang diharapkannya sebelum kau mati dan mulutmu terkunci
Bersegeralah tobat wahai jiwa yang tertutup
Tobat adalah harta simpanan dan ganimah bagi orang yang kembali lagi berbuat baik.
[Sumber: Ensiklopedia Kiamat/Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]
BERSAMBUNG

Akhir Zaman Setiap Manusia, Maut Sebagai Nasihat (2)

kuburan1
DI antara nasihat para ulama sebagaimana disebutkan dalam kitab at-Tadzkirah adalah sebagai berikut:
Wahai orang yang tertipu, renungkanlah kematian beserta sekarat, kesulitan dan kepahitannya. Sesungguhnya maut adalah janji yang paling jujur, dan hakim yang paling adil. Cukuplah maut menakutkan hati, membuat mata menangis, memisahkan kelompok-kelompok, menghancurkan kelezatan dan kenikmata hidup, serta memutuskan angan-angan dan harapan.
Apakah kau merenungkan, hai anak Adam, hari kejatuhanmu dan perpindahanmu dari tempat tinggalmu, saat kau pindah dari keluasan menuju kesempitan, saa temanmu mengkhianatimu, saat saudaramu meninggalkanmu, saat kau dipindahkan dari tempat tidur dan selimutmu ke dalam belahan bumi, lalu menutupimu dengan tanah? Hai penumpuk harta dan penghimpun gedung, demi Allah, kau tak memiliki harta lagi kecuali kafan yang menempel di badan. Bahkan, kafan itu pun akan hancur dan binasa, dan jasadmu akan jadi makanan tanah.
Imam Qurthubi menukil dari Yazid ar-Ruqasyi bahwa ia berkata kepada dirinya sendiri, “Celaka dirimu, hai Yazid! Siapa yang shalat untukmu setelah kau mati? Siapa yang puasa untukmu setelah kau mati? Siapa yang dapat membuat Tuhamu ridha kepadamu setelah kau mati?” Kemudia ia berkata, “Hai manusia apakah kalian tak mengisi diri kalian sepanjang sisa hidup kalian? Siapakah yang kubur adalah penuntutnya, kubur adalah rumahnya, tanah adalah tempat tidurnya, cacing adalah temannya, dan bersama itu semua ia menanti kiamat, bagaimanakah keadaannya?”
Bayangkanlah, wahai orang yang tertipu, saat sakaratul maut mendatangimu, saat jeritan dan kesulitan maut menjemputmu! Ketika itu, seseorang berkata, “Sungguh si fulan telah berwasiat, hartanya sudah dihitung.” Yang lain berkata, “Sungguh si fulan lidahnya berat. Ia tak lagi mengenal tetangganya dan tak dapat berbicara dengan saudara-saudaranya.” Kau mendengar, tapi tak mampu menjawab.
Bayangkanlah dirimu, hai anak Adam, saat diangkat dari tempat tidurmu ke dipan tempat kau dimandikan, lalu kau dimandikan dan dikafani. Keluarga dan tetangga jadi takut kepadamu. Para kawan dan handai taulan menangisimu. Orang yang memandikamu berkata, “Mana istrinya?” Suamimu telah tiada! Mana anak-anaknya yang kini menjadi yatim? Kalian ditinggalkan oleh ayah kalian, dan kalian takkan melihatnya lagi setelah hari ini untuk selamanya!” Mereka menyenandungkan:
Wahai orang yang tertipu, kenapa kau bermain
Kau membuat angan-angan padahal kematianmu amat dekat
Kau tahu, ambisis adalah lautan tak bertepi yang perahunya adalah dunia, maka berhati-hatilah agar kau tak binasa
Kau tahu, maut membinasakanmu dengan cepan dan kau yakin rasanya tidak enak
Seakan kau telah berwasiat dank au lihat anak-anak yatim dan ibu mereka yang merasa kehilangan, meratap dan menangis
Mereka dilanda kesedihan kemudia mereka mencakar wajah
Sehingga terlihat oleh laki-laki setelah sebelumnya terhijab
Orang yang membawa kafan itu bergerak ke arahmu
Lalu tanah ditimbun ke tubuhmu, air mata pun tumpah berderai
[Sumber: Ensiklopedia Kiamat/Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]
BERSAMBUNG

Akhir Zaman Setiap Manusia, Maut Sebagai Nasihat (1)

mayat
SETIAP manusia pasti akan bertemu dan menghadapi maut. Karena hidup di dunia ini hanyalah singgahan sementara. Di sinilah manusia berusaha mencari bekalnya untuk kehidupan kekal di akhirat kelak. Sehingga, ketika akhir zamannya telah ditentukan dan ia mulai meninggalkan dunia, bekal itulah yang akan menemani dirinya dikegelapan alam kubur.
Maut adalah Pemberi Nasihat Terbesar
Orang yang berakal adalah yang dapat mengambil pelajaran, sebab maut adalah pemberi nasihat terbaik. Sebagian ahli zuhud ditanya, “Apakah nasihat yang paling besar?” Jawabnya, “Merenungkan orang-orang mati.” Al-Qurthubi melukiskan maut dengan sangat baik, “Ketahuilah bahwa maut adalah hal yang menakutkan, perkara yang menyeramkan, cangkir yang rasanya menjijikkan. Sesungguhnya maut itu menghancurkan kelezatan, meutuskan kesenangan, dan mendatangkan hal-hal yang dibenci. Hal yang menghancurkan sendi-sendimu pastilah perkara yang menakutkan, sesuatu yang besar, dan harinya pastilah hari yang besar.”
Merenungkan Maut
Sebagaimana hidup merupakan tanda kekuasaan Allah, maka maut juga tanda kekuasaan Allah, tetapi jangan Anda katakana bahwa itu aneh. Allah berfirman, “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan,” (QS. al-Baqarah: 28).
Memikirkan ayat ini berarti memikirkan salah satu ciptaan dan keajaibannya yang menunjukkan kebesaran kekuasaan Allah. Diriwayatkan bahwa seorang Badui bepergian dengan naik unta, lalu tiba-tiba untanya terpuruk dan mati. Si Badui turun dari unta itu lalu mengelilinginya dan memikirkannya, “Kenapa kau tidak bangkit? Kenapa kau tidak berdiri? Anggota tubuhmu lengkap dan sehat. Ada apa denganmu? Apa yang menyebabkan kau seperti ini? Apa yang dapat membuatmu bangkit? Apa yang merobohkanmu? Apa yang membuatmu tidak bergerak?” Kemudian ia pergi sambil memikirkan hal itu dan merasa takjub.
ALLAH memberi nasihat tentang maut kepada Rasul-Nya, “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka juga akan mati,” (QS. az-Zumar: 42).
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani dalam al-Awsath, Abu Na’im dalam al-Hilyah, al-Hakim dalam Mustadraknya, dan lain-lain disebutkan bahwa sahabat Ali ibn Abi Thalib, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, ‘Hai Muhammad, hiduplah sesuka hatimu, sebab kau pasti mati. Cintailah ornag yang kau sukai, tapi pasti kau akan berpisah dengannya. Beramallah sesukamu, sebab pasti (amal)mu akan dibalas. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin ada pada ibadah malamnya, dan kehormatannya ada pada sikap tidak membebani orang lain’.”
Kami akan sampaikan beberapa nas dari Allah dan Rasul yang mengingat kematian. Ini adalah kebiasaan orang saleh, yakni mereka mengingatkan diri mereka dan orang lain akan kematian. Ali ibn Abi Thalib berkata, “Dunia berjalan ke belakang, dan akhirat berjalan ke depan. Keduanya memiliki pengikut. Jadilah pengikut akhirat dan jangan jadi pengikut dunia. Sebab, hari ini adalah amal dan bukan hisab, sedangkan besok adalah hisab dan tidak ada amal.” Diriwayatkan oleh Bukhari dalam shahihnya, bab “Harapan dan Optimisme”. [Sumber: Ensiklopedia Kiamat/Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi]
BERSAMBUNG

5 Pembalap penantang gelar juara dunia Formula 1 2015

Balap Formula 1 musim 2015 bakal digelar akhir pekan ini. Adanya perubahan susunan pembalap dari tim papan bawah hingga tim unggulan membuat peta persaingan perebutan gelar juara dunia di musim ini berubah.
Jika di musim lalu duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg berjaya di papan klasemen dan jadi dua pembalap yang memperebutkan gelar juara dunia hingga seri akhir dengan meninggalkan pembalap lainnya.
Namun di musim 2015 ini kemungkinan perebutan gelar juara dunia diprediksi bakal berjalan lebih seru. Kepindahan Vettel ke Ferrari hingga persiapan tim papan atas yang lebih matang dan dihapusnya dobel poin di seri akhir akan menjadi sentimen positif.
Akan tetapi, di antara 18 pembalap yang berpartisipasi di Formula 1 2015 ini, siapakah yang terdepan dalam perebutan gelar juara dunia? Berikut ulasan selengkapnya.

1.
Sebastian Vettel

 Sosok empat kali juara dunia asal Jerman ini membuat keputusan mengagetkan di akhir musim balap 2015 kemarin dengan pindah dari Redbull ke Ferrari. Dijanjikan bakal memperoleh paket mobil yang baik serta mendapat bujukan langsung dari pemilik Ferrari, Vettel pun akhirnya kini berseragam tim Kuda Jingkrak.
Digadang-gadang bakal menjadi penerus kesuksesan Michael Schumacher, Vettel sukses menjalani sesi tes pra-musim dengan meyakinkan.
Tak heran, banyak pengamat balap Formula 1 meyakini jika Vettel bakal bangkit dari musim buruk 2014 dan menjadi penantang serius gelar juara dunia di musim ini.

2.
Nico Rosberg

Nico Rosberg, pembalap Mercedes ini bakal mengawali musim balap 2015 sebagai salah satu penantang kuat gelar juara dunia yang musim lalu gagal direbutnya dari tangan Lewis Hamilton.
Rosberg yang musim lalu sempat beberapa kali memimpin klasemen sementara akhirnya harus menyerah dari Hamilton yang tampil gemilang di beberapa seri akhir musim.
Di seri balap terakhir pun, Rosberg yang masih memiliki kesempatan menyalip Hamilton dengan sistem dobel poin juga harus menelan kekecewaan kala mengakhiri lomba lebih dini.

3.
Daniel Ricciardo

 Daniel Ricciardo sukses menjadi pembalap muda dengan penampilan paling mengesankan musim lalu. Direkrut Red Bull Racing team sebagai pengganti Mark Webber, pembalap asal Australia ini sukses merebut perhatian banyak penggemar Formula 1 dengan berhasil menjadi pemenangan di beberapa seri balap. Tak hanya itu, pembalap yang murah senyum ini juga sukses mengasapi Sebastian Vettel di tabel klasemen musim balap 2014.
Di musim balap 2015 ini, Ricciardo naik statusnya menjadi pembalap utama di tim Red Bull. Dengan dukungan penuh dari tim pimpinan Christian Horner yang memiliki SDM tak terbatas, Ricciardo diprediksi akan bisa berbicara banyak untuk perebutan posisi klasemen puncak pembalap 2015.
Di musim balap 2015 ini, Rosberg diyakini masih menjadi calon juara dunia dengan makin tangguhnya paket mobil Mercedes yang telah terbukti mampu melahap ratusan lap di tiap uji coba pra-musim lalu.

4.
Valtteri Bottas

 Nama baru di jajaran penantang gelar juara dunia 2015 yang wajib diwaspadai adalah Valtteri Bottas.
Tampil bersama dengan Massa di musim lalu dengan mengibarkan bendera Williams, pembalap asal Finlandia ini juga sukses mencuri perhatian. Dengan Williams yang mampu menyediakan paket mobil handal, Bottas juga diyakini bakal menjadi nama yang masuk bursa juara dunia 2015.
Bakal garangnya performa Bottas sendiri juga terlihat di uji coba pra-musim yang diselenggarakan di Barcelona. Dirinya sukses menjadi pembalap tercepat di sesi uji coba tersebut. Selain itu, performa mobil Williams juga disebut menjadi yang paling siap menghadapi musim balap 2015 ini.

5.
Lewis Hamilton

Sebagai juara dunia musim lalu, nama Lewis Hamilton juga wajib dimasukkan dalam daftar penantang gelar juara dunia musim ini.
Pembalap asal Inggris ini sukses mendapatkan gelar juara dunianya yang kedua bersama Mercedes musim lalu, hal ini pun menjadi motivasi kuat bagi Hamilton untuk bisa kembali meraih gelar ketiganya musim ini.
Namun, seperti kata pepatah yang berbunyi lebih sulit mempertahankan daripada merebut, Hamilton diperkirakan bakal lebih banyak menemui tantangan untuk merebut gelar juara dunia dibanding musim lalu yang hanya menjadi ajang pacuan dirinya dengan Rosberg.

Peringatan Kematian (3-Habis)

jenazah mati
DAN di hari Tasyrik turun surat an-Nashr. Ibnu Abbas mengomentari turunnya ayat ini, bahwa sudah dekat ajal Rasulullah saw. Di bulan Safar beliau mengunjungi syuhada Uhud dan menunaikan sholat untuk mereka, seolah mengucapkan perpisahan bagi yang hidup dan yang mati. Kemudian ke masjid Nabawi dan berkhutbah diatas mimbar:” Saya akan mendahului kalian dan saya akan menjadi saksi bagi kalian. Dan demi Allah saya akan melihat telagaku sekarang, saya diberi kunci-kunci perbendaharaan dunia, dan saya demi Allah tidak takut kalian musyrik setelahku, tetapi aku takut kalian akan berlomba-lomba meraih dunia”.
Malamnya beliau menuju kuburan Baqi dan memohonkan ampun bagi mereka dan mengucapkan salam: Assalamu’alaikum wahai ahli kubur. Beliau meneruskan:” Akan terjadi fitnah seperti gelapnya malam yang terakhir mengikuti yang awal, dan yang akhir lebih buruk dari yang awal”. Rasulullah saw. memberikan kabar gembira pada ahli Baqi dan berkata:” Kami akan menyusul kalian”.
Permulaan Rasulullah saw. sakit di akhir bulan Safar setelah mengantarkan jenazah, sakit kepala berat dan demam. Pada saat sakit berat itu Rasulullah masih sempat bertanya giliran pada istrinya: ”Saya besok dimana ?”. Maka seluruh istrinya setuju untuk dirawat dirumah ’Aisyah ra. ’Aisyah senatiasa membacakan Al-Qur’an, surat Al-Falaq dan Anas dan membacakan do’a untuk Rasul saw.
Pada hari kelima sebelum wafatnya, panas dan demam Rasulullah saw. meningkat dan minta disiram air. ” Siramilah aku tujuh gayung dari sumur yang berbeda supaya aku bisa bertemu sahabat. Kemudian panasnya berkurang dan masuk masjid, duduk di belakang mimbar dan berkhutbah:” Semoga Allah melaknat Yahudi dan Nashrani, mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid”. Kemudian melanjutkan:” Janganlah engkau jadikan kuburku patung yang disembah”. Kemudian beliau menawarkan dirinya untuk diqishos:” Siapa yang dahulu pundaknya di cambuk, maka inilah pundaku siap di cambuk, siapa yang dahulu kehormatannya dicederai, maka inilah kehormatanku siapa dibalas”. Setelah itu sholat Dzuhur. Dan ba’da sholat Dzhuhur beliau melanjutkan khutbah, berbicara tentang keutamaan Abu Bakar dan keutamaan Al-Anshar.
Pada hari keempat sebelum wafatnya Rasulullah saw. memberikan beberapa wasiat. Pertama; wasiat agar membebaskan Jazirah Arab dari Yahudi, Nashrani dan Musyrik, kedua; wasiat untuk berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, ketiga; wasiat untuk tetap menjaga shalat dan memelihara budak”. Dan walaupun sakit berat, Rasulullah saw. tetap shalat bersama para sahabat. Pada malam hari menjelang ’Isya, sakit Rasulullah semakin berat dan tidak mampu keluar masjid. Rasul saw. bertanya pada ’Aisyah:” Apakah manusia sudah shalat ? ”. ”Belum wahai Rasulullah, mereka menunggumu”. Rasul berkata:” Letakkan air wudhu, ketika Rasul akan wudhu jatuh pingsan, dan ketika sadar bertanya lagi:” Apakah manusia sudah shalat ?” Dan begitulah ketika Rasul saw akan wudhu terjatuh lagi, sehingga mengutus seseorang agar Abu Bakar mengimami shalat. Dan Abu Bakar mengimami shalat selama 17 kali selagi Rasul saw. masih hidup. Sebenarnya ’Aisyah meminta berkali-kali agar jangan Abu Bakar yang mengimami shalat, tetapi Rasul saw. menolaknya dan tetap menyuruh Abu Bakar untuk mengimami shalat.
Sehari sebelum wafat, kondisi Rasul saw. agak ringan sehingga keluar bersama manusia untuk sholat berjamaah. Melihat itu Abu Bakar mundur, tetapi Rasul saw. mengisyaratkan untuk tidak mundur. Dan Abu Bakar mengikuti shalat Rasul saw. Rasul saw. memerdekakan budak-budaknya, bersedekah 7 dinar dan memberikan alat-alat perang pada sahabat. Malamnya ’Aisyah hutang minyak pada tetangganya sedang baju besi Rasulullah saw digadaikan pada seorang yahudi untuk mendapatkan 30 sha gandum.
Pada hari Senin Shubuh Rasulullah saw. menyingkapkan tirai kamarnya dan para sahabat kaget bercampur gembira, menyangka Rasul saw. akan ikut shalat bersama mereka. Rasul melihat mereka dan mengisyaratkan untuk melanjutkan shalatnya. Kemudian Rasul saw. menutup tirai dan tidak shalat bersama mereka. Ketika waktu Dhuha Rasul memanggil Fatimah membisiki sesuatu lalu Fatimah menangis. Kemudian membisiki lagi dan Fatimah tersenyum. ’Aisyah bertanya- setelah wafatnya Rasul- tentang isi bisikan itu, maka Fatimah ra. menyampaikan:” Bahwa Rasul akan wafatnya, maka Fatimah menangis, kemudian dibisiki lagi, bahwa keluarga pertama yang akan menyusul Rasul saw. adalah Fatimah ra. maka beliau tertawa. Dan Rasul saw. juga memberikan kabar gembira bahwa Fatimah adalah pemimpin wanita (wanita terbaik) dunia.
Melihat betapa beratnya penderitaan Rasul maka Fatimah r. berkata:” Betapa beratnya engkau wahai ayahku”. Rasul menjawab:” Bapakmu tidak akan ada lagi penderitaan setelah ini”. Kemudian memanggil Al-Hasan dan Al-Husain dan menciumnya dan memberi wasiat yang baik pada keduanya. Mendo’akan istri-istrinya dan memberi nasehat.
‘Aisyah membaringkan Rasul saw. dipangkuannya, Abdurahman bin Abu Bakar masuk memberi siwak, dan Rasul saw bersiwak, mengambil sedikit air mengusap mukanya, ‘Aisyah mendengar bisikan Rasul saw. terakhir:” Bersama orang-orang Engkau yang telah beri ni’mat dari para nabi, shidiiqin, syuhada dan sholihin. Ya Allah amuni aku, rahmati aku, dan sampaikan aku dengan Ar-Rafiqul A’la (Kekasih Agung, Allah), Kekasih Agung”.
Demikian kematian senantiasa memberi nasehat bagi setiap manusia yang lalai agar kembali kepada Allah. Kematian adalah pemberi nasehat yang bisu, pemberi nasehat yang setia mengunjungi manusia dalam suka dan duka dan cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat.
Dan akhirnya semoga kita diberikan tetap istiqomah dalam keimanan sehingga di akhirat kelak akan dikumpulkan bersama para nabi shiddiqin, syuhada dan shalihin. Amien Yaa Rabbal ‘alamiin. Wallahu a’lam bishowwab. []
HABIS

Peringatan Kematian (2)

jenazah mati
Ingat Mati (Dzikrul Maut)
BETAPA kuatnya nasehat kematian, sehingga Rasulullah saw. Selalu melakukan ziarah qubur dan mengingat kematian. Dan memerintahkan kepada umatnya untuk berziarah kubur dan mengingat kematian. ” Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan” (HR At-Tirmidzi). Demikian anjuran Rasulullah saw. untuk mengingat kematian, karena mengingat kematian akan meningkatkan kesadaran dan jati diri manusia dalam kehidupan dunia. Mengingat kematian juga akan memberikan dampak positif dalam kehidupan dunia, berupa lembutnya hati, peka dan cepat merespon sehingga terpacu untuk melakukan amal saleh dan meninggalkan kemaksiatan.
Rasulullah saw. bersabda: “Aku pernah melarang kalian ziarah kubur, sekarang ziarahilah kubur, karena melembutkan hati, meneteskan airmata, mengingat akhirat dan berkata jorok,” (HR Al-Hakim). Musthafa Shadiq Ar-Rafi’i setelah menguburkan saudaranya yang meninggal, berdiri di depan kubur, berusaha memahami bahasa kuburan dan berdialog: ”Aku bertanya pada kuburan, mana harta dan perabotan? Mana kecantikan dan daya tarik? Mana kejayaan dan kesombongan? Mana kehinaan?” Demikianlah salafu shalih berinteraksi dengan kuburan.
Orang yang senantiasa mengingat kematian adalah orang yang paling cerdas. Ukuran kecerdasan seseorang dilihat dari sejauh mana dia bertindak secara efektif dan efesien, berbuat untuk kepentingan diri dan orang lain dan memiliki Visi – Misi jauh kedepan serta memiliki pengendalian diri yang kuat. Dan dengan mengingat kematian seseorang akan beramal sesuai dengan ukuran-ukuran tersebut. Rasulullah saw. ditanya oleh salah seorang sahabat dari Anshar, Ibnu Umar menceritakan:” Siapakah orang yang paling cerdas dan paling mulia wahai Rasulullah saw?” Rasul saw. menjawab:” Orang yang paling banyak ingat kematian dan paling banyak mempersiapkan untuk menjumpainya, mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dunia dan kehormatan akhirat,” (HR Ibnu Majah).
Bagi orang-orang beriman yang menyakini hari akhir dan kesenanganan di surga, kematian berarti kunci untuk mendapatkan keni’matan tersebut dan mereka sangat rindu bertemu kekasihnya, Allah SWT. Dan terbebas dari beban-beban dan kesulitan hidup di dunia, karena dunia adalah penjara bagi orang – orang beriman. Sejarah telah membuktikan bagaimana orang-orang yang mencari kematian, merekalah yang mendapatkan kemuliaan di dunia. Para syuhada dalam jihad dan perjuangan merekalah yang mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat. Abu Bakar as-Shiddiq berkata: ”Bersemangatlah untuk meraih kematian, niscaya Allah akan memberikan padamu kehidupan”. Karena sejatinya orang yang mati syahid di jalan Allah, tidaklah mati, tetapi hidup disisi Allah SWT, hidup di alam barzakh dan hidup di akhirat.
Dzikrul maut telah membakar semangat orang-orang beriman untuk terus beramal shalih, berdakwah dan berjihad dengan tanpa pamrih dan tanpa butuh publikasi media masa. Karena mereka menyakini bahwa semua itu akan dicatat dan dipublikasikan di akhirat kelak. Disinilah perbedaan antara pahlawan dan selebriti. Para pahlawan senantiasa beramal dan berkorban sehingga merubah arah sejarah, mendapat sanjungan dan publikasi yang luas ketika mereka hidup dan meninggal. Sementara selebiriti selalu mencari publikasi untuk mempopulerkan dirinya. Mereka bagian dari korban sejarah dan hanya mendapat sanjungan sebelum meninggal, tetapi setelah meninggal, berita mereka hilang ditelan masa. Para pahlawan selalu mencari kematian sedangkan selebriti selalu mencari kehidupan.
Kehidupan Sesudah Kamatian (Al-Hayaatu ba’dal Maut)
Bagi orang beriman kematian merupakan salah satu fase dalam kehidupan yang panjang. Batas akhir dari kehidupan dunia yang pendek, sementara, melelahkan dan menyusahkan untuk menuju akhirat yang panjang, kekal, menyenangkan dan membahagiakan. Di surga penuh dengan keni’matan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum terlintas oleh pikiran manusia. Sementara bagi orang kafir, berupaya menghindar dari kematian dan ingin hidup di dunia 1000 tahun lagi. Tetapi sikap itu adalah sia-sia, dan utopia belaka, karena kematian pasti datang menjumpainya, suka atau tidak suka.
Al-Barra bin ’Azib menceritakan hadits yang panjang riwayat imam Ahmad perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kafan surga. Kemudian datang malaikat maut duduk diatas kepalanya dan memerintahkan ruh yang baik untuk keluar dari jasadnya. Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit. Penduduk langit dari para malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah dan memerintahkan pada malaikat:” Catatlah kitab hambaku ke dalam ’illiyiin dan kembalikan ke dunia”. Maka dikembalikan lagi ruh itu ke jasadnya dan datanglah dua malaikat yang bertanya: Siap Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa lelaki yang diutus kepadamu? Siapa yang mengajarimu? Hamba yang beriman itu dapat menjawab dengan baik. Maka kemudian diberi alas dari surga mendapat keni’matan di kubur dengan selalu dibukakan baginya pintu surga dilapangkan kuburnya dan mendapat teman yang baik, dengan wajah yang baik, pakaian yang baik dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah amal perbuatannya.
Sedangkan seorang yang kafir ketika akan meninggal dunia, datanglah malaikat hitam dengan membawa kain kotor. Datanglah malaikat maut dan duduk dikepalanya dan memerintahkan ruh yang buruk untuk keluar dari jasadnya. Malaikat maut menarik ruh itu dari jasadnya seperti menarik duri dari kain wol yang basah. Setelah itu ditaruh di kain yang kotor dan terciumlah bau busuk menyengat. Kemudian dibawa naik ke langit. Dan setiap naik ke langit para malaikat mempertanyakan ruh yang bau busuk tersebut. Dan ruh itu tidak sampai naik langit dimana Allah berada disana dan tidak bertemu Allah. Allah memerintahkan untuk mengembalikan ke jasadnya dan dicatat dalam kitab Sijjin. Datang kedua malaikat bertanya sebagaimana pertanyaan diatas, tetapi orang kafir itu hanya berkata oh-oh dan tidak dapat dijawabnya. Setelah itu diberi alas dari neraka, mendapat siksa kubur dan neraka selalu dibukakan pintunya. Dan ditemani dengan teman yang buruk wajahnya, buruk pakaiannya dan buruk baunya. Teman itu adalah amalnya ketika di dunia.
Demikianlah, kematian merupakan sebuah pintu pembuka dari kebahagiaan yang abadi atau kesengsaraan yang abadi. Tidak ada pilihan ketiga. Setiap manusia akan melewati pintu itu cepat atau lambat. Dan hakikatnya segala sesuatu yang akan terjadi adalah cepat, karena waktu itu cepat berlalu. Sudah siapkah kita? Lalu persiapan apa yang harus kita lakukan? Hanya ada 3 bekal, harta yang diinfakkan, ilmu yang diamalkan dan anak sholih yang mendo’akan. Sedangkan landasan dari ketiganya yaitu, iman dan taqwa.
Detik-detik Rasulullah saw. menuju Ar-Rafiqul A’la (Daqaiq Rasul ila ar-Rafiqul ’Ala)
Agar kematian kita menjadi indah, agar peringatan kematian berpengaruh sangat kuat, maka alangkah baiknya jika kita mengetahui detik-detik terakhir Rasulullah saw. menuju Ar-Rafiqul A’la.
Isyarat itu berawal ketika Rasulullah saw. menunaikan Haji Wada’ dimana beliau mennyampaikan khutbah yang sangat menyentuh dan diawali:” Wahai manusia dengarkanlah ucapanku, sesungguhnya aku tidak tahu, mungkin tidak akan bertemu kalian lagi selepas tahun ini di tempat ini selamanya”. Dan setelah khutbah selesai, maka turunlah surat al-Maa-idah 3, ”Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan Aku cukupkan bagimu ni’mat-Ku, dan telah Aku ridhai bagimu Islam sebagai agamamu”. Saat mendengar ayat itu, Umar ra menangis, dan ketika ditanya kenapa anda menangis ? Umar menjawab:” Karena tidak ada setelah kesempurnaan kecuali kekurangan”.
BERSAMBUNG

Peringatan Kematian (1)

jenazah mati
Hukum kematian manusia masih terus terjadi,
Karena dunia juga bukan tempat yang kekal abadi.
Adakalanya seorang manusia menjadi penyampai berita
Dan esok hari tiba-tiba sudah menjadi bagian dari suatu berita
Kehidupan adalah tidur panjang, dan kematian adalah kehidupan
Maka manusia diantara keduanya, dalam alam impian dan khayalan
Maka selesaikan segala tugas dengan segera, niscaya umur-umurmu,
Akan berlipat menjadi lembaran-lembaran sejarah yang akan ditanyakan.
(Diambil secara bebas dari kitab Laa Tahzan).
DEMIKIANLAH hakikat kematian dan kehidupan. Kehadirannya tidak selalu disertai dengan pendahuluan. Dan demikianlah kematian itu menimpa orang-orang mukmin.
”Diantara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka diantara mereka ada yang gugur. Diantara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya),” (QS Al-Ahzaab 23).
Setiap Jiwa akan Mati (Kullu nafsi Dzaaiqotul maut)
Khairil Anwar seorang penyair Pujangga Baru yang ingin hidup seribu tahun lagi, akhirnya mati juga bahkan dalam usia muda. Dan nun jauh disana di Palestina, orang-orang Yahudi yang datang dari penjuru dunia dan berkumpul untuk mendapatkan kehidupan dunia. Bahkan al-Qur’an mengabadikannya sebagai kelompok yang sangat rakus dan ingin hidup seribu tahun lebih. Akhirnya harus hidup gelisah, takut dan mencekam serta banyak yang mati dalam menghadapi para mujahidin Intifadhah. Khalid bin Walid yang berkali-kali mengikuti perang bersama Rasul saw. dan sahabat dan dalam tubuhnya ada 70 lebih bekas tusukan pedang, ternyata meninggal dalam pembaringan.
Begitulah ajal, punya cara tersendiri dalam mendatangi manusia. Suatu realitas yang akan menjemput setiap insan tanpa kecuali. Mereka yang sholih dan tholih (durhaka), mu’min dan kafir. Kematian menghancurkan setiap kelezatan dunia dan menghentikan langkah manusia di dunia. Tetapi banyak manusia yang lalai dan abai dari kematian. Padahal melalaikan kematian tidak berguna sama sekali untuk menolak kematian. Kematian pasti akan datang menjemput manusia, baik yang melalaikannya ataupun menyadarinya. Karena kematian adalah realitas (hak). ”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (QS Ali Imraan 85).
Kematian akan datang kepada manusia baik secara sendiri-sendiri maupun secara berkelompok atau serentak. Musibah Tsunami, gempa bumi, longsor, badai, gunung meletus, kecelakaan pesawat terbang, kereta api dan kendaraan lainnya telah merenggut ratusan ribu nyawa secara serentak.. Bahkan kematian yang disebabkan karena musibah lebih banyak dari yang disebabkan oleh perang. Malaikat maut tidak pernah merasa lelah mengerjakan tugas ini dari Allah SWT. Dan tidak akan menunda-nunda waktu barang satu menitpun. Pada gilirannya malaikat maut akan menyapa dan mendatangi kita, dimana saja kita berada. ”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” (QS An-Nisa 78). Abu Darda berkata:”Apabila anda mengingat orang-orang yang sudah mati, maka anggaplah dirimu salah seorang di antara mereka”
Kematian merupakan rahasia Allah, tetapi Allah SWT. memberikan tanda-tandanya pada manusia, agar mereka sadar dan mempersiapkannya. Gigi rontok, rambut beruban, anggota badan sakit dan fisik melemah. Tanda-tanda lain berupa isyarat-isyarat yang Allah berikan berupa mimpi dan lainnya. Tanda-tanda ini sejatinya harus menjadi pelajaran dan nasehat bagi kita. Ibrahim An-Nakho’i berkata:”Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal dunia atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, hal itu membekas pada kami hingga berhari-hari, karena kami tahu akan ada sesuatu (ajal itu akan membawanya ke surga atau neraka)”.
Sakitnya Kematian (Sakaratul Maut)
”Dan datanglah sakaratul maut dengan benar, itulah yang senantiasa kamu hindari” (QS Qaaf 19). Wahai manusia inilah sakaratul maut yang kamu selalu hindari dan lari darinya. Padahal kematian itu pasti, dan sakaratul maut itu akan terjadi.
Sesungguhnya kematian adalah sesuatu yang paling menyakitkan yang akan dirasakan manusia. Bahkan sesuatu yang teramat menyakitkan melebihi yang lainnya. Rasa sakit itu berbanding lurus dengan keimanan dan amal seseorang. Orang-orang kafir akan merasakan sakit yang paling berat. Mereka akan merasakan sakaratul maut berhari-hari bahkan mungkin lebih dari satu minggu. Begitu juga orang yang yang zhalim akan merasakan betapa pedihnya sakaratul maut. Sedangkan orang beriman akan merasakan sakit juga tetapi tidak seperti orang kafir atau zhalim.
Bagi orang beriman, kepedihan dan kesakitan sakaratul maut adalah akhir dari penderitaan di dunia, dan penghapusan atas segala dosa-dosa yang telah dilakukan untuk kemudian mendapatkan keridhoan Allah dan kebahagiaan di akhirat. Sedangkan bagi orang-orang kafir sakaratul maut adalah awal dari azab di akhirat untuk kemudian mereka akan merasakan murka Allah dan azab yang lebih berat lagi. Yang pasti kedua golongan itu akan merasakan sakaratul maut. Dan yang paling ringan sakaratul mautnya adalah para syuhada. Bahkan mereka merindukan untuk hidup kembali dan mati syahid kembali.
Betapa beratnya sakaratul maut sampai Rasulullah saw. ketika menjelang ajalnya mencelupkan tangannya pada air dan berdo’a: Ya Allah ringankanlah padaku sakaratul maut” (HR at-Tirmidzi). Al-Qur’an dan Hadits telah menggambarkan bagaimana sakaratul maut. Bagi orang-orang yang kafir sangat menyakitkan sedangkan bagi orang-orang beriman sangat mudah. ” Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata):”Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan ) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya” (QS al- An’am 93).
Kisah tentang kematian dan sakaratul maut sangat banyak sekali. Dan sekarang kita banyak dapati majalah-majalah yang menyebutkan tentang kondisi kematian seseorang, terutama orang-orang yang banyak berbuat maksiat. Para pezina baik lelaki maupun perempuan yang matinya bau busuk, yang mayatnya dimakan ulat dan belatung. Pemakan riba yang matinya gosong terbakar, para pemakan harta anak yatim yang matinya mengerikan, para penjudi yang matinya menghinakan, para pemabuk dan para pemuas seks bebas matinya di pangkuan pelacur. Para pemimpin kafir dan sekuler yang sekaratul mautnya lama dan dirahasiakan dsb. Kisah-kisah itu, walaupun mungkin cerita itu tidak benar semua dan banyak ilustri dan bumbu-bumbu dari sana-sini, tetapi yang pasti tidak semuanya salah.
BERSAMBUNG
Sumber: Majalah SAKSI, Jakarta